Gennus.id | Lampung – Sebagaimana diketahui RSUD Bob Bazar Kalianda adalah rumah sakit milik daerah yang mendapat kucuran dana untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun anggaran 2025 sebesar Rp.88 miliar. Angka yang cukup fantastik, akan tetapi di balik nilai angka besar tersebut menuai sorotan publik dan Lembaga Swadaya Masyarakat Tegakkan Amanat Rakyat Provinsi Lampung ( LSM TEGAR), hal ini di sampaikan secara tertulis oleh Ketua LSM TEGAR, Ir.Okta Resi Gumantara.SH.MH.
Dalam keterangan tertulisnya Okta mengatakan,” Adanya dugaan korupsi pada anggaran belanja di tahun 2025 sepertinya telah terjadi sejak mulai tahap perencanaan,” kata Okta
Apakah nilai anggaran fantastis itu benar- benar disusun berdasarkan kebutuhan riil pelayanan kesehatan atau sekadar permainan?.
Pada dokumen yang beredar ada beberapa pos belanja yang tampak mencolok diantaranya pada :
-Anggaran Belanja Jasa tahun 2025. Pelayanan BLUD 12 bulan Rp35.340.000.000
-Belanja Jasa Kantor 83 orang Rp2.505.800.000
-Belanja Pendidikan dan Pelatihan 27 orang Rp444. 530.000
-Belanja Jasa Sampah Medis Rp660.000.000
-Belanja Jasa Kebersihan (Outsourcing) Rp1.974.000.000
-Belanja Jasa Porter Rp241.200.000
-Jasa Pemeliharaan Jaringan Air Rp564.900.000
-Belanja Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Rp1.700.000.000
-Belanja gas Rp.9,5 Miliar
“Menurut saya ini nilai tidak masuk logika akal sehat lagi pula tanpa rincian volume pemakaian, jenis gas medis serta tanpa pembanding harga pasar,” ujar Bung Okta
Belanja jasa pelayanan BLUD Rp.35,34 miliar untuk 12 bulan juga mengundang tanda tanya besar,” sambung Chandra
Belum lagi outsourcing dan jasa pendukung, fragmentasi Anggaran belanja kebersihan mencapai Rp2 miliar. Jasa sampah medis Rp660 juta, porter Rp.241 juta dan
pemeliharaan jaringan air Rp.564 juta semuanya tampak terpisah belum lagi pengelolaan limbah yang diduga tidak sesuai permenkes ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak RSUD. Upaya menghubungi via telepon tidak di respon guna mendapatkan informasi sebagai penyeimbang berita terkait adanya dugaan korupsi yang disampaikan oleh Ketua LSM TEGAR.(Tim/Red)





















