ADVERTISEMENT
  • Home 2
  • Indonesia Hari Ini
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, September 7, 2026
Gennus.id
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Mahasiswa KKN Kelompok 55 Aksara Hadirkan Solusi Sederhana Pengelolaan Sampah “Rocket Stove”

    Mahasiswa KKN Kelompok 55 Aksara Hadirkan Solusi Sederhana Pengelolaan Sampah “Rocket Stove”

    Tiga Tahun Merantau di Negeri Jiran Pulang Bawa Ringgit, Sampai Dirumah “Kamar di Isi Oknum Aparat Yang Tertidur Pulas”

    Tiga Tahun Merantau di Negeri Jiran Pulang Bawa Ringgit, Sampai Dirumah “Kamar di Isi Oknum Aparat Yang Tertidur Pulas”

    Kecelakaan Maut! Motor Tabrak Truk Bermuatan Hebel di Cibokor Cigudeg Tewas Ditempat

    Kecelakaan Maut! Motor Tabrak Truk Bermuatan Hebel di Cibokor Cigudeg Tewas Ditempat

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Mahasiswa KKN Kelompok 55 Aksara Hadirkan Solusi Sederhana Pengelolaan Sampah “Rocket Stove”

    Mahasiswa KKN Kelompok 55 Aksara Hadirkan Solusi Sederhana Pengelolaan Sampah “Rocket Stove”

    Tiga Tahun Merantau di Negeri Jiran Pulang Bawa Ringgit, Sampai Dirumah “Kamar di Isi Oknum Aparat Yang Tertidur Pulas”

    Tiga Tahun Merantau di Negeri Jiran Pulang Bawa Ringgit, Sampai Dirumah “Kamar di Isi Oknum Aparat Yang Tertidur Pulas”

    Kecelakaan Maut! Motor Tabrak Truk Bermuatan Hebel di Cibokor Cigudeg Tewas Ditempat

    Kecelakaan Maut! Motor Tabrak Truk Bermuatan Hebel di Cibokor Cigudeg Tewas Ditempat

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
Gennus.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Opini

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

Oleh: Rosadi Jamani

Redaksi by Redaksi
6 September 2026
in Opini
0
Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan
3
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Gennus.id | Jakarta – Ada mengatakan, di Senayan itulah “sarang” Tikus Got Gorong-Gorong (TG3). Ah, yang benar? Kalau mengikuti fakta persidangan korupsi kuota haji, seperti ada benarnya. Gimana gaya korupsi elite terungkap vulgar. Simak narasinya:

Persidangan dugaan korupsi kuota haji kini seperti membuka pintu lemari elite. Baru dibuka sedikit, sudah berjatuhan riyal.

RELATED POSTS

Disahkan Jauh Lebih Dulu, Benarkah Patriot Bond Solusi Hadapi UU Perampasan Aset?

Mengungkap Kekuatan OPM yang Sulit Ditumpas TNI/Polri

Mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex mengungkap, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (4/9) dini hari, ada 24 anggota Panja Komisi VIII DPR disebut meminta uang. Satu orang 3.000 riyal. Diserahkan saat perjalanan dinas ke Arab Saudi. Padahal perjalanan tersebut sudah dibiayai APBN melalui DIPA DPR.

Gus Alex mengaku hanya sanggup menyediakan 1.500 riyal per orang dari uang honornya. Kalau 24 orang dikalikan 1.500 riyal, jumlahnya menjadi 36.000 riyal. Rakyat biasa mendengar angka itu mungkin langsung menghitung harga beras.

Elite mungkin menghitung oleh-oleh. Katanya uang itu untuk belanja oleh-oleh. Ah, oleh-oleh! Biasanya orang pulang haji membawa kurma, kacang arab, parfum, sajadah. Ini kok oleh-olehnya malah uang tunai?

Dalam sidang, Gus Alex juga menyebut tiga nama pimpinan Komisi VIII yang disebut pernah ditemuinya di Restoran Al Romansiah, Aziziyah, Arab Saudi: Marwan Dasopang, Abdul Wachid, dan Ashabul Kahfi. Pertemuan itu disebut bermula setelah staf Komisi VIII bernama Yusuf menghubunginya.

Lebih dahsyat lagi, Gus Alex menyatakan pernah menceritakan adanya permintaan agar ia menyiapkan uang untuk belanja oleh-oleh. Ketika ditanya soal permintaan mengumpulkan uang dari penyedia katering, Jaja Jaelani mengatakan tidak mendengar hal tersebut.

Publik pun boleh mengernyitkan dahi. Sebab kalau benar semua ini nantinya terbukti, korupsi sudah mengalami evolusi. Dulu amplop disembunyikan. Sekarang bisa dibungkus dengan kata “oleh-oleh”.

Dulu uang negara dicuri diam-diam. Sekarang uang bisa berjalan-jalan dulu ke Arab Saudi sambil memakai paspor perjalanan dinas.

Inilah korupsi kelas elite. Bukan sekadar bagaimana mengambil uang, tetapi bagaimana membuat semuanya tampak seperti rapat, koordinasi, honor, perjalanan dinas, katering, dan oleh-oleh.

Tentu, jangan main hakim sendiri. Keterangan Gus Alex masih merupakan bagian dari proses pembuktian dan harus diuji di pengadilan. KPK sendiri menyatakan seluruh keterangan saksi dan ahli akan dicermati untuk membangun perkara secara utuh.

Masalahnya, perkara ini bukan cerita receh. Dalam dakwaan, kasus dugaan korupsi kuota haji tersebut disebut menimbulkan kerugian negara sedikitnya Rp622,09 miliar. Empat terdakwa antara lain Gus Alex, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ismail Adham, dan Asrul Azis Taba.

Rp622,09 miliar! Angka sebesar itu kalau disebut di warung kopi, mungkin sendok berhenti mengaduk kopi. Rakyat kemudian bertanya, kalau pejabat belum ditangkap, apakah otomatis tidak korupsi?

Tetapi dalam perkara korupsi, uang sebesar itu justru bisa berubah menjadi angka di surat dakwaan. Di sinilah tragedi sesungguhnya. Rakyat disuruh hemat. Pejabat bicara efisiensi. Masyarakat diminta sabar. Sementara di ruang sidang, publik mendengar cerita tentang ribuan riyal.

Maka jangan heran kalau rakyat kemudian sinis. Sebab dalam republik yang sehat, pejabat takut korupsi karena hukum. Dalam republik hukumnya berhasil membuat koruptor takut, orang berpikir seribu kali sebelum mengambil uang negara.

Tetapi kalau yang ditakuti justru KPK-nya, bukan perbuatannya, maka lahirlah spesies baru, koruptor bukan sekadar menghitung uang, tetapi menghitung kemungkinan tertangkap.

Berapa saksi, rekening, perantara, kali telepon, CCTV, dan berapa orang bisa dipercaya? Yang paling penting, “Kalau ketahuan, siapa yang bisa disalahkan?”

Itulah korupsi tingkat elite. Bukan sekadar mencuri uang negara. Tetapi mencuri sambil mempelajari bagaimana cara supaya pencurian terlihat seperti rapat, perjalanan dinas, honor, oleh-oleh, koordinasi, atau entah istilah administratif apa lagi.

Rakyat akhirnya cuma bisa mengelus dada. Sambil bertanya dengan bahasa paling sederhana, “Kapan sebenarnya pejabat itu takut korupsi, bukan takut ditangkap?”

Sebab kalau jawabannya sudah berubah menjadi “yang penting jangan ketahuan”, maka negara bukan sedang kekurangan aturan. Negara sedang kekurangan rasa malu.(Rls/Red)

Sumber: Rosadi Jamani

 

Tags: GotJakartaSenayanTikus
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Disahkan Jauh Lebih Dulu, Benarkah Patriot Bond Solusi Hadapi UU Perampasan Aset?

Disahkan Jauh Lebih Dulu, Benarkah Patriot Bond Solusi Hadapi UU Perampasan Aset?

by Redaksi
31 Agustus 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Setelah mendalami konsekuensi tajam dalam Draf Final RUU Perampasan Aset, muncul isu panas terkait hadirnya "Patriot...

Mengungkap Kekuatan OPM yang Sulit Ditumpas TNI/Polri

Mengungkap Kekuatan OPM yang Sulit Ditumpas TNI/Polri

by Redaksi
25 Agustus 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Kita pasti sering baca ledekan netizen. Saat TNI show of force di televisi, ada nyeletuk, “Noh,...

Dari Bogor, Bocor Alus ke “Ancang – Ancang Jokowi” Membaca Jejak Digital Tempo – Jokowi

Dari Bogor, Bocor Alus ke “Ancang – Ancang Jokowi” Membaca Jejak Digital Tempo – Jokowi

by Redaksi
24 Agustus 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Ada sebuah foto yang tampak sederhana: Joko Widodo duduk, mikrofon terpasang, tim Bocor Alus Tempo berada...

Skandal di Balik Gerbang Kampus:  Ketika Kursi Kedokteran Ditukar Janji Palsu yang Ditutup dengan Alokasi Anggaran

Skandal di Balik Gerbang Kampus: Ketika Kursi Kedokteran Ditukar Janji Palsu yang Ditutup dengan Alokasi Anggaran

by Redaksi
24 Agustus 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Praktik lancung dalam tata kelola pendidikan tinggi kembali mencoreng marwah akademis nasional. Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi...

Elektabilitas Tinggi, Gaya Natural dan Wajar “KDM Tenteng Sendiri Bantuannya untuk NTT Sebesar RP4,5 Miliar”

Elektabilitas Tinggi, Gaya Natural dan Wajar “KDM Tenteng Sendiri Bantuannya untuk NTT Sebesar RP4,5 Miliar”

by Redaksi
24 Agustus 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Seperti bencana di Sumatera, Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, menenteng bantuannya sendiri untuk korban bencana...

Next Post
Mitra MBG di Tanah Toraja Malah Gebrak Meja! Salahkan Anak: “Sudah Tau Bau Kenapa Dimakan?”

Mitra MBG di Tanah Toraja Malah Gebrak Meja! Salahkan Anak: "Sudah Tau Bau Kenapa Dimakan?"

DPR Semprot Kepala BGN Soal Maraknya Keracunan MBG : Kalau Anak Saya yang Keracunan, Saya Gugat SPPG dan BGN!

DPR Semprot Kepala BGN Soal Maraknya Keracunan MBG : Kalau Anak Saya yang Keracunan, Saya Gugat SPPG dan BGN!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Ditanya Soal Kasus Keracunan MBG, Gibran: “Saya Ga Tau, Bukan Saya Yang Masak”

Ditanya Soal Kasus Keracunan MBG, Gibran: “Saya Ga Tau, Bukan Saya Yang Masak”

6 September 2026
Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

6 September 2026

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Politik
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Hukum Kriminal
  • Entertainment
  • Seni Budaya
  • Pendidikan
  • TNI Polri
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Food

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In