GENNUS.ID | JAKARTA – Di panggung politik nasional, nama M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., atau yang akrab disapa Cak Udin, dikenal sebagai sosok bertangan dingin. Menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ia kini menjadi salah satu figur sentral dalam memperkuat posisi partai di tengah dinamika politik Indonesia yang kian kompleks.
Sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur V (Malang Raya), perjalanan Cak Udin merupakan representasi nyata dari perjuangan seorang santri yang berhasil menembus elit politik nasional melalui dedikasi dan intelektualitas.
Jejak Intelektual dan Akar Aktivisme
Lahir di Kota Batu, 2 April 1975, karakter kepemimpinan Hasanuddin Wahid ditempa dalam lingkungan nahdliyin yang kental. Ia merupakan alumni Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang dikenal sebagai kawah candradimuka tokoh-tokoh besar bangsa.
Kiprah organisasinya mulai mencolok saat menempuh studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Di sana, ia dipercaya menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa dan aktif dalam pergerakan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi magisternya di Universitas Indonesia (UI) dalam bidang filsafat, dan pada September 2025 berhasil meraih gelar Doktor (S3) dari Universitas Pertahanan (Unhan) dengan predikat lulusan terbaik.
Karier Politik: Sang Konseptor Organisasi
Sebelum menduduki kursi Sekjen PKB, Cak Udin telah mengabdi selama bertahun-tahun di internal partai. Ia pernah menjabat sebagai:
• Ketua DKN Garda Bangsa (2010–2014)
• Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB selama dua periode (2012–2019)
• Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (2017–2022)
Puncaknya, pada Muktamar VI PKB di Bali tahun 2019, ia ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai Sekjen. Keberhasilannya dalam mengelola manajemen internal partai tercermin dari perolehan suara PKB yang tetap stabil dan cenderung meningkat pada Pemilu 2024, di mana ia sendiri meraih 125.353 suara di Dapil Malang Raya.
Kontribusi di DPR RI: Fokus Pendidikan dan Kebudayaan
Duduk di Komisi X DPR RI, Hasanuddin Wahid dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan santri dan kesejahteraan guru honorer. Beberapa kontribusi nyata yang ia lakukan antara lain:
• Advokasi pendidikan, mendorong peningkatan alokasi beasiswa KIP Kuliah bagi anak muda di pelosok desa.
• Pemberdayaan santri, dinobatkan sebagai Duta Santri Kota Batu 2023 atas komitmennya membangun peta kesejahteraan berbasis ekonomi pesantren.
• Penguatan budaya, aktif melestarikan seni pencak silat melalui keterlibatannya di Pagar Nusa.
Masa Depan: Strategi Pertahanan dan Transformasi Digital PKB
Memasuki tahun 2026, Cak Udin membawa visi baru bagi PKB. Dengan latar belakang pendidikan strategi pertahanan dari Unhan, ia mulai mengintegrasikan perspektif keamanan nasional ke dalam kebijakan partai. Di bawah kendalinya, PKB terus bertransformasi menjadi partai modern yang digital-ready, tanpa meninggalkan akar identitas sebagai partai hijau (Islam Rahmatan Lil Alamin).
“Politik adalah jalan pengabdian. Tugas kita bukan hanya memenangkan suara, tetapi memastikan setiap suara itu terkonversi menjadi kebijakan yang mensejahterakan rakyat,” ungkap Cak Udin dalam sebuah kesempatan di Jakarta.
Tentang Hasanuddin Wahid
M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., adalah Sekretaris Jenderal DPP PKB dan Anggota DPR RI Fraksi PKB (2019–sekarang). Ia dikenal sebagai pakar strategi organisasi dengan latar belakang kuat di organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama serta pendidikan pertahanan.
(Red)





















