Gennus.id | Trenggalek – Setelah sempat bungkam dan enggan memberi keterangan, Kepala Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, Suwito atau yang biasa disapa Bero, akhirnya angkat bicara, berkomunikasi lewat WhatsApp. Namun pernyataannya justru memunculkan sorotan tajam.
“Memang kemarin ada media luar kota datang konfirmasi, tapi kenapa tetap diberitakan? Padahal saya sudah berikan uang transport buat mereka,” ujar Suwito.
Jawaban itu langsung dibalas tegas oleh awak media:
“Pak, apa maksud Bapak memberi uang itu? Itu sama saja mencoba menyuap dan menyogok agar dugaan penyimpangan anggaran tidak terungkap. Kami datang untuk mengungkap fakta, bukan menerima imbalan apa pun. Yang Bapak kelola itu uang rakyat, bukan harta pribadi. Masyarakat berhak tahu ke mana alokasinya, karena Bapaklah penanggung jawab sepenuhnya.”
Awak media menegaskan tanpa ragu:
“Jangan bersikap seolah tak ada yang salah. Lihat saja nasib sejumlah kepala desa di sekitar sini yang akhirnya harus berurusan di meja hijau. Sekalipun Bapak sudah pernah diperiksa atau dimonev beberapa tahun lalu, itu bukan jaminan bahwa pengelolaan anggaran Bapak sudah benar dan bebas dari kesalahan.”
Tuntutan Masyarakat Menguat
Sorotan ini didukung oleh warga Desa Gembleb. Masyarakat menyatakan akan segera mengirimkan surat klarifikasi dan permintaan informasi (KIP) resmi kepada Kepala Desa Suwito. Mereka menuntut keterbukaan dan transparansi penuh dalam setiap pengelolaan, pencatatan, dan pertanggungjawaban seluruh anggaran dan desa. Warga menegaskan bahwa dana desa adalah hak bersama, sehingga penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, jelas, dan sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Desa Gembleb atas tuntutan tersebut. Masyarakat kini menunggu, menginginkan jawaban nyata, bukan sekedar alasan atau upaya menutupi kenyataan.(Tim/Red)





















