ADVERTISEMENT
  • Home 2
  • Indonesia Hari Ini
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, Agustus 2, 2026
Gennus.id
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Kesaksian Keluarga: Sebelum Meninggal Sutrimo Disebut Ketakutan Usai Berselisih Dengan Ipar Febrie Soal Tambang Batu Bara

    Kesaksian Keluarga: Sebelum Meninggal Sutrimo Disebut Ketakutan Usai Berselisih Dengan Ipar Febrie Soal Tambang Batu Bara

    The Final  Bhayangkara Cup 2026: Puncak Pertarungan Awon FC Wonoyoso vs Pandawa Lima FC Kedungwuni “Siap Mengguncang Stadion Widya Manggala Krida”

    The Final Bhayangkara Cup 2026: Puncak Pertarungan Awon FC Wonoyoso vs Pandawa Lima FC Kedungwuni “Siap Mengguncang Stadion Widya Manggala Krida”

    Surat Terbuka YPK-BK untuk Presiden RI: Muh Yusuf, SE., SH., MH., Minta Regulasi Tegas dan Label Bahaya untuk Produk Makanan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi

    Surat Terbuka YPK-BK untuk Presiden RI: Muh Yusuf, SE., SH., MH., Minta Regulasi Tegas dan Label Bahaya untuk Produk Makanan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi

    Laga Pembuka Asean Championship 2026, Dominasi Penuh Indonesia Taklukkan Kamboja 5 – 1

    Laga Pembuka Asean Championship 2026, Dominasi Penuh Indonesia Taklukkan Kamboja 5 – 1

    PSSI Harap Justin Hubner Segera Diizinkan Tampil pada Piala AFF 2026

    PSSI Harap Justin Hubner Segera Diizinkan Tampil pada Piala AFF 2026

    Alarm Bahaya! Sebanyak 522 Anak dan Pelajar di Kabupaten Sidoarjo Tercatat Hidup dengan HIV (ODHM)

    Alarm Bahaya! Sebanyak 522 Anak dan Pelajar di Kabupaten Sidoarjo Tercatat Hidup dengan HIV (ODHM)

    Teguh Riyanto Soroti Dugaan Sikap Oknum Advokat di PN Sragen: “Mengapa Minta Saya Ditahan Padahal Tak Ada Masalah Hukum?”

    Teguh Riyanto Soroti Dugaan Sikap Oknum Advokat di PN Sragen: “Mengapa Minta Saya Ditahan Padahal Tak Ada Masalah Hukum?”

    Inggris Unggul, Skor 3-2 Melaju Perempat Final Piala Dunia 2026

    Inggris Unggul, Skor 3-2 Melaju Perempat Final Piala Dunia 2026

    Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kapriyani: Gakkum LH Jangan Hanya Retorika, Segera Tetapkan Tersangka

    Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kapriyani: Gakkum LH Jangan Hanya Retorika, Segera Tetapkan Tersangka

    Viral! Misteri Seleksi Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya, Jarak Dekat Tersingkir, Jarak Lebih Jauh Lolos , Dinas Pendidikan Ogan Ilir Diminta Bertindak Tegas

    Viral! Misteri Seleksi Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya, Jarak Dekat Tersingkir, Jarak Lebih Jauh Lolos , Dinas Pendidikan Ogan Ilir Diminta Bertindak Tegas

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Kesaksian Keluarga: Sebelum Meninggal Sutrimo Disebut Ketakutan Usai Berselisih Dengan Ipar Febrie Soal Tambang Batu Bara

    Kesaksian Keluarga: Sebelum Meninggal Sutrimo Disebut Ketakutan Usai Berselisih Dengan Ipar Febrie Soal Tambang Batu Bara

    The Final  Bhayangkara Cup 2026: Puncak Pertarungan Awon FC Wonoyoso vs Pandawa Lima FC Kedungwuni “Siap Mengguncang Stadion Widya Manggala Krida”

    The Final Bhayangkara Cup 2026: Puncak Pertarungan Awon FC Wonoyoso vs Pandawa Lima FC Kedungwuni “Siap Mengguncang Stadion Widya Manggala Krida”

    Surat Terbuka YPK-BK untuk Presiden RI: Muh Yusuf, SE., SH., MH., Minta Regulasi Tegas dan Label Bahaya untuk Produk Makanan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi

    Surat Terbuka YPK-BK untuk Presiden RI: Muh Yusuf, SE., SH., MH., Minta Regulasi Tegas dan Label Bahaya untuk Produk Makanan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi

    Laga Pembuka Asean Championship 2026, Dominasi Penuh Indonesia Taklukkan Kamboja 5 – 1

    Laga Pembuka Asean Championship 2026, Dominasi Penuh Indonesia Taklukkan Kamboja 5 – 1

    PSSI Harap Justin Hubner Segera Diizinkan Tampil pada Piala AFF 2026

    PSSI Harap Justin Hubner Segera Diizinkan Tampil pada Piala AFF 2026

    Alarm Bahaya! Sebanyak 522 Anak dan Pelajar di Kabupaten Sidoarjo Tercatat Hidup dengan HIV (ODHM)

    Alarm Bahaya! Sebanyak 522 Anak dan Pelajar di Kabupaten Sidoarjo Tercatat Hidup dengan HIV (ODHM)

    Teguh Riyanto Soroti Dugaan Sikap Oknum Advokat di PN Sragen: “Mengapa Minta Saya Ditahan Padahal Tak Ada Masalah Hukum?”

    Teguh Riyanto Soroti Dugaan Sikap Oknum Advokat di PN Sragen: “Mengapa Minta Saya Ditahan Padahal Tak Ada Masalah Hukum?”

    Inggris Unggul, Skor 3-2 Melaju Perempat Final Piala Dunia 2026

    Inggris Unggul, Skor 3-2 Melaju Perempat Final Piala Dunia 2026

    Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kapriyani: Gakkum LH Jangan Hanya Retorika, Segera Tetapkan Tersangka

    Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kapriyani: Gakkum LH Jangan Hanya Retorika, Segera Tetapkan Tersangka

    Viral! Misteri Seleksi Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya, Jarak Dekat Tersingkir, Jarak Lebih Jauh Lolos , Dinas Pendidikan Ogan Ilir Diminta Bertindak Tegas

    Viral! Misteri Seleksi Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya, Jarak Dekat Tersingkir, Jarak Lebih Jauh Lolos , Dinas Pendidikan Ogan Ilir Diminta Bertindak Tegas

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
Gennus.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Opini

Tragedi Rp1.200 per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

Oleh: Tandiesak Parinding (Petani Sawit Mandiri, Mamuju Tengah / Eks Pengurus Pusat GMKI)

Redaksi by Redaksi
24 Mei 2026
in Opini, Daerah
0
Diduga Langgar Izin dan Cemari Lingkungan, Mahasiswa Bogor Utara Siap Kepung PT Mortar Indonesia
4
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Gennus.id | Mamuju Tengah – Kebijakan ekonomi yang megah di atas kertas sering kali bertransformasi menjadi momok menakutkan saat menyentuh realitas akar rumput. Pengumuman mendadak dari Presiden terkait tata kelola ekspor komoditas strategis satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), adalah contoh nyata.

Di satu sisi, argumen pemerintah terdengar heroik: menyelamatkan devisa, memberantas manipulasi pajak (*under-invoicing*), dan merebut daya tawar harga (*pricing power*) minyak sawit mentah (CPO) di panggung dunia. Namun, di sisi lain, eksekusi yang prematur tanpa petunjuk teknis (juknis) ini justru memicu kepanikan pasar (*market panic*) yang seketika menghantam aktor paling rentan dalam rantai pasok ini: petani sawit mandiri.

RELATED POSTS

95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Dikabarkan Gagal Berangkat, Sinaya Wisata Kuningan Tegaskan Komitmen Layanan Sesuai Aturan

Marak PETI di Pasaman Timur: Puluhan Alat Berat Merusak Muaro Sungai Lolo, Masyarakat Minta Tindakan Tegas!

Sejak kebijakan ini dilempar ke publik, harga tender CPO domestik langsung anjlok dari kisaran Rp15.300/kg menjadi Rp12.150/kg hanya dalam hitungan hari. Akibatnya, pabrik kelapa sawit (PKS) mengambil langkah aman (*hedging*) dengan memangkas harga beli tandan buah segar (TBS) petani. Penurunan ini kemudian diamplifikasi secara brutal oleh para penimbang dan tengkulak di tingkat tapak.

Fakta paling menyakitkan terjadi di sentra-sentra sawit luar Sumatera dan Kalimantan. Di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, misalnya, harga jual TBS di tingkat petani mandiri ke tengkulak saat ini hancur lebur hingga menyentuh angka Rp1.200 sampai Rp1.400 per kilogram. Angka ini merupakan sebuah penghinaan terhadap keringat petani karena nilai tersebut sudah berada di bawah biaya pokok produksi minimum. Bagi petani mandiri dengan kepemilikan lahan skala kecil (1–2 hektare), amblesnya harga hingga ke titik nadir ini bukan sekadar angka statistik makro, melainkan sebuah bencana finansial yang nyata.

Kebutaan Logika “Orang Desa Tidak Pakai Dolar”

Beberapa waktu lalu, sebuah kelakar politik sempat terlontar dari ruang publik bahwa masyarakat pedesaan tidak perlu risau dengan fluktuasi mata uang asing karena sehari-hari tidak bertransaksi menggunakan dolar AS. Sungguh sebuah anekdot yang tidak peka sekaligus buta terhadap anatomi ekonomi modern dan teori transmisi harga internasional.

Masyarakat di Mamuju Tengah memang berbelanja menggunakan rupiah, tetapi struktur biaya hidup mereka hari ini telah sepenuhnya terintegrasi dengan dinamika global. Berdasarkan data indeks harga konsumen sektor konstruksi, harga bahan bangunan—seperti semen, besi beton, dan baja ringan—telah melambung tinggi akibat kenaikan biaya logistik global dan harga energi. Petani sawit tidak hidup di ruang isolasi yang kebal dari inflasi. Ketika pendapatan mereka dari TBS merosot tajam hingga tersisa Rp1.200/kg akibat kebijakan sepihak pemerintah, sementara biaya hidup di desa terus meroket, di situlah letak jeritan riil yang gagal ditangkap oleh radar para pengambil kebijakan di Jakarta.

Ironi Diskriminasi Pupuk dan Kebijakan Asimetris

Kondisi petani sawit mandiri saat ini berada dalam stadium “terjepit dari segala penjuru”. Kelapa sawit adalah komoditas emas, komoditas perkebunan penyumbang devisa terbesar bagi kas negara. Namun ironisnya, lewat regulasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022, negara secara diskriminatif mencoret kelapa sawit dari daftar komoditas yang berhak menerima pupuk bersubsidi.

Petani mandiri di daerah dipaksa bertarung di pasar bebas untuk membeli pupuk nonsubsidi—seperti NPK Mutiara, urea nonsubsidi, dan KCL—yang harganya mencekik leher, mencapai Rp500.000 hingga Rp700.000 per karung, atau hampir lima kali lipat dari harga pupuk subsidi komoditas pangan lain. Secara agronomis, kelapa sawit membutuhkan pemupukan berkala untuk menjaga buah tetap produktif. Dilema pertanian pun terjadi: jika kelapa sawit tetap dipupuk dengan harga mahal di tengah harga TBS yang hanya Rp1.200/kg, biaya operasional (*cost of production*) petani dipastikan mengalami defisit besar (*nombok*). Namun, jika pemupukan dihentikan, tonase panen akan merosot drastis akibat fenomena buah “landak” dan merusak produktivitas pohon untuk 2–3 tahun ke depan.

Jebakan Kredit Bank dan Ancaman Likuiditas Rumah Tangga

Kondisi ini kian berdarah karena struktur pembiayaan di pedesaan saat ini sangat bergantung pada sektor perbankan. Demi meningkatkan taraf hidup—membangun rumah layak huni di desa, membiayai pendidikan tinggi anak, hingga melakukan peremajaan (*replanting*) mandiri—banyak petani di Sulawesi Barat meminjam modal ke bank, baik KUR maupun komersial, dengan menjaminkan sertifikat tanah atau rumah mereka.

Kalkulasi awal para petani sangat rasional: dengan asumsi harga TBS stabil di batas psikologis Rp3.000–Rp3.500/kg, pendapatan dari lahan 1–2 hektare sangat *feasible* untuk memenuhi rasio pembayaran utang bulanan. Namun, begitu kebijakan ekspor tanpa juknis ini diumumkan dan menciptakan ketidakjelasan prosedur PT DSI, pabrik membatasi pembelian dan tengkulak memangkas harga hingga Rp1.200/kg. Hancurlah arus kas domestik petani. Cicilan bank bersifat tetap (*fixed cost*) dan tidak mengenal kompromi terhadap blunder kebijakan pemerintah, sehingga risiko sita aset dan kebangkrutan massal kini menghantui pedesaan Mamuju Tengah.

Solusi Teknis dan Rekomendasi Kebijakan bagi Pemerintah

Nasionalisme ekonomi untuk merebut kontrol perdagangan CPO dari bursa luar negeri adalah cita-cita yang mulia. Namun, kedaulatan tidak boleh dibangun di atas penderitaan jutaan petani swadaya yang menguasai sekitar 41% dari total luas tutupan sawit nasional. Pemerintah wajib segera mengambil langkah-langkah mitigasi darurat berikut:

1. Percepat Regulasi Turunan (Juknis) PT DSI
Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan harus merilis aturan teknis ekspor PT DSI dalam hitungan hari. Kepanikan pasar terjadi karena kekosongan regulasi teknis mengenai tarif jasa (*fee*), mekanisme kliring pembayaran, dan kepastian dokumen ekspor pada masa transisi Juni–Agustus 2026. Kejelasan ini akan memulihkan aktivitas ekspor dan menyerap kembali stok CPO di pabrik.

2. Penegakan Aturan Harga TBS dan Operasi Pasar Khusus
Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat dan Satgas Pangan harus turun langsung ke Kabupaten Mamuju Tengah. Selisih harga antara ketetapan resmi pemerintah dan harga di tingkat tengkulak (Rp1.200–Rp1.400) sudah terlampau jauh dan mengindikasikan adanya praktik spekulasi sepihak yang memanfaatkan kepanikan aturan BUMN ini. PKS yang dengan sengaja mempermainkan harga beli harus diberikan sanksi administratif tegas.

3. Instruksikan Restrukturisasi Kredit Khusus Petani Sawit
Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus segera menerbitkan regulasi relaksasi—serupa kebijakan restrukturisasi era pandemi—yang memerintahkan bank Himbara (BRI, Mandiri, dan BNI) untuk memberikan moratorium penundaan pokok cicilan atau perpanjangan tenor bagi petani sawit mandiri selama fase transisi sistem ekspor baru ini.

4. Reorientasi Dana BPDPKS untuk Subsidi Pupuk Petani Swadaya
Dana triliunan rupiah yang dihimpun oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dari pungutan ekspor (*export levy*) selama ini dinilai tidak adil karena mayoritas dialokasikan untuk insentif biodiesel (B35/B40) yang dinikmati korporasi besar. Pemerintah harus meredistribusi dana tersebut menjadi program subsidi pupuk spesifik lokasi atau bantuan sarana produksi langsung bagi petani mandiri dengan luas lahan di bawah 2 hektare.

Penutup: Kedaulatan yang Tak Boleh Menggilas Rakyat

Nasionalisme ekonomi dan ambisi berdaulat atas harga CPO global adalah cita-cita yang mulia, namun ia akan kehilangan maknanya jika dibangun di atas reruntuhan ekonomi rakyat kecil. Pemerintah harus menyadari bahwa kedaulatan sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa besar devisa yang diparkir di PT Danantara Sumberdaya Indonesia, melainkan dari seberapa tegak punggung para petani di Mamuju Tengah dan seluruh pelosok negeri dalam menafkahi keluarganya.

Membiarkan petani mandiri bertarung sendirian melawan fluktuasi harga Rp1.200/kg di tengah kepungan harga pupuk yang “selangit” dan tagihan bank yang “tanpa ampun” adalah bentuk pengabaian negara yang nyata. Kita tidak boleh terjebak dalam paradoks yang menyedihkan: menjadi produsen sawit terbesar di dunia, namun membiarkan petaninya menjadi penonton yang paling menderita di tanahnya sendiri.

Angka-angka kemiskinan baru di pedesaan adalah harga yang terlalu mahal untuk dibayar demi sebuah eksperimen birokrasi yang prematur. Sebelum PT DSI melangkah lebih jauh untuk mendikte bursa internasional di Rotterdam atau Kuala Lumpur, pemerintah wajib memberesi “halaman rumahnya” sendiri: memulihkan kepercayaan pasar, menstabilkan harga TBS di tingkat tapak, dan memberikan proteksi konkret bagi petani mandiri. Jangan sampai ambisi raksasa untuk menguasai dolar dunia justru menjadi martil yang menghancurkan impian sederhana seorang petani untuk sekadar melunasi cicilan rumah dan menyekolahkan anaknya.

Daulat pangan dan daulat ekonomi harus dimulai dari kedaulatan di atas meja makan para petani kita.

Pewarta: Fadly

Tags: KalimantanSawitSentraSumatera
Redaksi

Redaksi

Related Posts

95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Dikabarkan Gagal Berangkat, Sinaya Wisata Kuningan Tegaskan Komitmen Layanan Sesuai Aturan

95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Dikabarkan Gagal Berangkat, Sinaya Wisata Kuningan Tegaskan Komitmen Layanan Sesuai Aturan

by Redaksi
1 Agustus 2026
0

Gennus.id | Kuningan - Informasi ini diterima Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), dari berbagai narasumber yang identitasnya dirahasiakan...

Marak PETI di Pasaman Timur: Puluhan Alat Berat Merusak Muaro Sungai Lolo, Masyarakat Minta Tindakan Tegas!

Marak PETI di Pasaman Timur: Puluhan Alat Berat Merusak Muaro Sungai Lolo, Masyarakat Minta Tindakan Tegas!

by Redaksi
1 Agustus 2026
0

Gennus.id | Pasaman Sumbar - Informasi ini diterima GMOCT Gabungan Media Online dan Cetak Ternama dari media online Matapubliknusantara yang...

232 Warga Muara Pantun Kesal! Surat Sudah Dikirim Mei, Hingga Juli Belum Ada Titik Terang? Diduga Sengaja Ditunda, Disembunyikan dari Bupati Kutim

232 Warga Muara Pantun Kesal! Surat Sudah Dikirim Mei, Hingga Juli Belum Ada Titik Terang? Diduga Sengaja Ditunda, Disembunyikan dari Bupati Kutim

by Redaksi
31 Juli 2026
0

Gennus.id | Kutai Timur - Perwakilan warga Desa Muara Pantun yang terdampak aktivitas PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera makin kecewa....

Tambang Emas Ilegal Merambah Cagar Alam di Sungai Kampar, GMOCT Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas

Tambang Emas Ilegal Merambah Cagar Alam di Sungai Kampar, GMOCT Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas

by Redaksi
30 Juli 2026
0

Gennus.id | Sumatera Barat - Informasi ini diterima GMOCT Gabungan Media Online dan Cetak Ternama dari anggota jaringannya, media online...

Pasca Viral!!!:  Ombudsman Jabar Sarankan Kuasa Pelapor dan Ahli Waris Temui Camat Sukra Demi Akses Lahan yang Terisolir Selama Hampir 4 Tahun

Pasca Viral!!!: Ombudsman Jabar Sarankan Kuasa Pelapor dan Ahli Waris Temui Camat Sukra Demi Akses Lahan yang Terisolir Selama Hampir 4 Tahun

by Redaksi
30 Juli 2026
0

Gennus.id | Indramayu - Pasca pemberitaan yang menyebar luas di puluhan media yang tergabung dalam Gabungan Media Online dan Cetak...

Next Post
TNI-AD Berhasil Amankan 2.000 Batang Ganja di Pegunungan Bintang “Terima Penghargaan”

TNI-AD Berhasil Amankan 2.000 Batang Ganja di Pegunungan Bintang "Terima Penghargaan"

TNI-AD Berhasil Amankan 2.000 Batang Ganja di Pegunungan Bintang “Terima Penghargaan”

Ditempa Dua Abad Sebelum Pajajaran Runtuh, Siapa Pembuat Mahkota Binokasih Sumedang Larang?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Dikabarkan Gagal Berangkat, Sinaya Wisata Kuningan Tegaskan Komitmen Layanan Sesuai Aturan

95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Dikabarkan Gagal Berangkat, Sinaya Wisata Kuningan Tegaskan Komitmen Layanan Sesuai Aturan

1 Agustus 2026
Kantongi Bukti Foto dan Video, Dugaan Limbah Laundry Jeans Cemari Sungai Pekalongan, LPK-RI dan GMOCT Desak KLH, Polri Hingga Kejaksaan Bertindak Tegas!

Kantongi Bukti Foto dan Video, Dugaan Limbah Laundry Jeans Cemari Sungai Pekalongan, LPK-RI dan GMOCT Desak KLH, Polri Hingga Kejaksaan Bertindak Tegas!

1 Agustus 2026

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Politik
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Hukum Kriminal
  • Entertainment
  • Seni Budaya
  • Pendidikan
  • TNI Polri
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Food

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In