GENNUS.ID | JAKARTA – Pelatih legendaris Italia Fabio Capello melontarkan kritik pedas terhadap AC Milan usai hasil imbang 1-1 melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Minggu (25/1/2026). Menurut Capello, performa I Rossoneri jauh dari kata meyakinkan dan mencerminkan tim yang kehilangan identitas dalam perburuan gelar Liga Italia musim 2025–2026.
AC Milan hanya membawa pulang satu poin dari laga pekan ke-22 Serie A tersebut. Meski sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Koni De Winter pada menit ke-62, Milan gagal mempertahankan keunggulan setelah Lorenzo Pellegrini menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti pada menit ke-74.
Capello menilai satu poin dari markas Roma tak bisa menutupi penampilan buruk Milan, terutama di babak pertama.
“Kemarin, Milan bermain buruk di babak pertama, kurang visi,” kata Capello.
“Mereka terlihat seperti tim yang bermain dengan metode coba-coba. Saya terkejut melihat betapa pasifnya dua penyerang mereka tanpa bola,” lanjutnya.
Menurut mantan pelatih yang membawa Milan juara Liga Champions 1994 itu, laga melawan Roma menjadi cerminan masalah mendasar Rossoneri musim ini: minim karakter dan identitas permainan.
“Milan saat itu kurang berkarakter, dan tanpa ciri khas yang selalu terlihat di setiap pertandingan sebagai tim yang percaya diri dengan kekuatannya sendiri,” ujar Capello.
Capello pun secara terang-terangan meragukan kemampuan Milan untuk bersaing dalam perburuan scudetto. Hasil imbang tersebut membuat Milan kini tertinggal lima poin dari Inter Milan, rival sekota yang justru dinilai tampil dengan kepribadian kuat.
“Saya rasa sulit bagi mereka untuk mengejar Inter, yang justru memiliki kepribadian unik,” tegas Capello.
Pandangan Capello sejalan dengan sikap realistis pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, yang sejak awal menurunkan target tim. Allegri secara terbuka menyebut ambisi Milan saat ini sebatas mengamankan tiket Liga Champions dengan finis di empat besar.
“Kini tersisa empat tim untuk tiga tempat (di empat besar), karena saya tidak memasukkan Inter,” kata Allegri sebelum laga kontra Roma.
“Mereka bermain sangat baik dan memiliki proyeksi 90 poin,” tambahnya.
Hasil imbang melawan Roma kian memperketat persaingan papan atas Serie A. Milan kini terlibat dalam pertarungan sengit dengan Roma, Napoli, Juventus, dan Como untuk memperebutkan posisi kedua hingga keempat klasemen, sekaligus tiket Liga Champions musim depan.
Bagi Milan, satu poin di Olimpico bukan hanya soal hasil, tetapi juga alarm keras bahwa mimpi scudetto semakin menjauh jika performa tanpa karakter ini terus berlanjut.
(Red)





















