GENNUS.ID | MEDAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara masih menunggu keputusan resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait penetapan jadwal Musyawarah Daerah (Musda).Informasi Sumatera Utara
Musda ini menjadi agenda strategis untuk memilih Ketua DPD Golkar Sumut sekaligus merumuskan arah dan strategi partai ke depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan resmi kepada DPP agar jadwal Musda segera ditetapkan. Ia berharap keputusan tersebut dapat keluar paling lambat awal Februari 2026.
“Kami di daerah masih menunggu keputusan dari DPP. Permohonan penetapan jadwal Musda sudah kami sampaikan, dan harapannya bisa diputuskan paling lambat awal Februari agar seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik,” ujar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Selasa (20/1).
Doli menegaskan, penetapan jadwal Musda merupakan titik awal bagi seluruh rangkaian proses berikutnya. Setelah tanggal resmi ditetapkan oleh DPP, DPD Golkar Sumut akan segera membentuk panitia pelaksana Musda.
“Begitu tanggal Musda ditetapkan, panitia langsung dibentuk. Panitia ini yang akan menyiapkan seluruh kebutuhan, termasuk mekanisme dan tahapan pencalonan ketua DPD,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa proses pemilihan Ketua DPD Golkar Sumut akan berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme organisasi Partai Golkar. Menurutnya, tidak ada praktik penunjukan sepihak dalam proses tersebut.
“Di Golkar tidak ada istilah ‘drop-dropan’. Semua berjalan sesuai mekanisme partai yang baku, terbuka, dan demokratis. Setiap kader yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama untuk maju,” tegas Doli.
Terkait dinamika pencalonan, Doli mengungkapkan bahwa saat ini telah ada tiga nama yang secara terbuka menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumut. Ia menilai hal tersebut sebagai dinamika yang sehat dalam organisasi.
“Munculnya beberapa nama itu hal yang wajar. Ini menunjukkan dinamika organisasi berjalan dan kader-kader Golkar di Sumut memiliki semangat untuk membangun partai,” katanya.
Lebih lanjut, Doli menekankan bahwa Musda tidak semata-mata menjadi ajang pemilihan ketua, melainkan forum penting untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyusun program kerja strategis partai.
“Musda bukan hanya soal siapa yang menjadi ketua, tetapi juga bagaimana kita menguatkan konsolidasi dan menyiapkan strategi pemenangan Golkar pada agenda politik mendatang, baik Pilpres, Pileg, maupun Pilkada,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai partai besar dengan sistem organisasi yang kuat dan teruji, Partai Golkar menjamin seluruh proses Musda di Sumatera Utara akan berjalan tertib dan demokratis.
“Golkar adalah partai besar dengan mekanisme organisasi yang jelas. Karena itu, Musda akan dilaksanakan sesuai aturan, tertib, dan demokratis,” pungkasnya.
(Red)





















