GENNUS.ID | DENPASAR – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, menyarankan I Putu Sika Adi Putra mundur. Sika adalah anak I Wayan Suyasa, mantan kader Partai Golkar Bali yang kini menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali.
“Seharusnya secara etika, kalau bapaknya ke sana (PSI), harusnya mundur sih. Secara etika lebih eleganlah kalau mengundurkan diri, jadi lebih berkualitaslah,” kata Demer kepada Wartawan, (25/1).
Demer mengatakan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar tidak memperbolehkan satu keluarga berbeda partai, kecuali beda daerah pemilihan (dapil).
“Kalau di kami itu salah satu dapil nggak boleh ya, kecuali beda dapil. Beda dapil yang dimaksudkan adalah Bali. Kalau misalnya dapil-nya Lombok nggak ada masalah. Dapil DPR RI yang kami pakai,” jelas anggota DPR RI itu.
Demer khawatir keberadaan Sika di Partai Golkar Bali akan mengganggu dinamika kepartaian. Demer juga meyakini Sika akan mengikuti jejak ayahnya masuk PSI.
“Saya berharap sih secara etika kan bapaknya sudah menjabat di sana, anaknya masih di sini nanti juga akan diyakini juga pindah. Secara etika kan kurang bagus, jadi seolah-olah jadi mata-mata di kami karena kami sering rapat-rapat tertutup,” ungkap Demer.
Demer masih menunggu proses klarifikasi yang dilakukan oleh Partai Golkar Badung kepada Sika. Setelah itu, persoalan ini akan disampaikan ke DPP Golkar untuk ditindaklanjuti.
Demer juga merespons hengkangnya Suyasa ke PSI. Ia mengaku tidak tahu alasan jelas dari Suyasa keluar dari Partai Golkar. Padahal, kata Demer, Suyasa selalu diberikan kesempatan untuk bertarung lewat partai berlogo pohon beringin tersebut.
“Kalau boleh dibilang, kami calonkan dia dapat DPRD sekali, kemudian kami kasih kesempatan untuk jadi ketua Badung. Setelah itu, jadi wakil ketua DPRD Badung. Jabatan tertinggilah kalau di Golkar di kabupaten,” beber Demer.
Demer juga mengatakan kesempatan dicalonkan Bupati Badung juga diberikan kepada Suyasa. “Soal terpilih atau tidak itu kan soal rakyat, bukan kami. Kalau secara partai kami sudah memberikan yang terbaik untuk Pak Suyasa,” tegas Demer.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) PSI, Kaesang Pangarep, melantik pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali. Kaesang pun memberi pesan kepada Wayan Suyasa yang baru dilantik sebagai Ketua DPW PSI Bali periode 2025-2030.
“Saya titip Partai Solidaritas Indonesia di Pulau Bali. Saya minta tolong PSI harus punya manfaat yang sangat-sangat untuk masyarakat Provinsi Bali,” kata Kaesang saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali di The Trans Resort, Badung, Bali, Sabtu (24/1/2026).
Pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera PSI oleh Kaesang kepada Wayan Suyasa yang resmi menjabat Ketua DPW PSI Bali. Suyasa sendiri bukan wajah baru dalam catur perpolitikan di Bali. Ia merupakan mantan Ketua DPD II Golkar Badung.
(Red)





















