ADVERTISEMENT
  • Home 2
  • Indonesia Hari Ini
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, September 19, 2026
Gennus.id
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
Gennus.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Opini

Perlukah Polisi Dunia? Analisis Konseptual atas Intervensi Amerika Serikat dan Kedaulatan Negara

Oleh: Wilson Lalengke

Redaksi by Redaksi
11 Januari 2026
in Opini
0
Perlukah Polisi Dunia? Analisis Konseptual atas Intervensi Amerika Serikat dan Kedaulatan Negara
4
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

GENNUS.ID | Jakarta – Dalam studi hubungan internasional, perdebatan mengenai peran negara besar sebagai “polisi dunia” terus mengemuka. Amerika Serikat, sejak berakhirnya Perang Dunia II, kerap menampilkan diri sebagai aktor dominan yang melakukan intervensi terhadap negara lain.

Dari penggulingan Saddam Hussein di Irak, intervensi di Libya dan Mesir, hingga keterlibatan dalam konflik di kawasan Arab, pola yang terlihat adalah keterlibatan Amerika dalam menentukan arah politik negara-negara yang dianggap bermasalah. Intervensi terbaru terhadap pemerintahan Nicolás Maduro di Venezuela memperkuat citra Amerika sebagai kekuatan yang merasa memiliki mandat global.

RELATED POSTS

Menyepak Purbaya Bisa Menjadi “Gol Bunuh Diri” Prabowo

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah konsep polisi dunia diperlukan? Dan, bagaimana implikasinya terhadap prinsip kedaulatan negara?

Secara normatif, Amerika Serikat membenarkan intervensinya dengan alasan keamanan global. Isu proliferasi senjata nuklir menjadi narasi utama dalam kasus Irak dan Iran. Selain itu, isu kriminal transnasional seperti narkotika, perdagangan manusia, dan penyelundupan dijadikan dasar legitimasi. Dengan dalih melindungi dunia dari ancaman besar, Amerika menempatkan dirinya sebagai aparat keamanan global.

Namun, analisis kritis menunjukkan bahwa intervensi tersebut tidak sepenuhnya murni demi kepentingan global. Faktor geopolitik, ekonomi, dan penguasaan sumber daya sering kali menjadi motivasi tersembunyi. Hal ini sejalan dengan pandangan realisme dalam hubungan internasional, yang menekankan bahwa negara bertindak berdasarkan kepentingan nasional dan distribusi kekuasaan, bukan semata-mata idealisme moral.

Konsep “polisi dunia” dapat dipahami melalui beberapa perspektif teoretis. Pertama, aliran realisme Kenneth Waltz menegaskan bahwa “each state pursues its own interests, however defined, in ways it judges best. Force is a means of achieving the external ends of states because there exists no consistent, reliable process of reconciling the conflicts of interest” [“Setiap negara mengejar kepentingannya sendiri, bagaimanapun definisinya, dengan cara yang dianggap terbaik. Kekerasan adalah sarana untuk mencapai tujuan eksternal negara karena tidak ada proses yang konsisten dan dapat diandalkan untuk mendamaikan konflik kepentingan tersebut”] (1). Dengan kata lain, intervensi adalah instrumen untuk mempertahankan kepentingan strategis.

Kedua, kaum liberalisme menyebutkan bahwa polisi dunia diperlukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Intervensi dapat dibenarkan jika bertujuan melindungi hak asasi manusia dan mencegah konflik berskala besar.

Sementara itu, para pengusung teori konstruktivisme, seperti Hedley Bull mengingatkan “the idea that only states are entitled to use force in world politics has been the prevailing legal doctrine, but it has never been an exact reflection of reality” [Gagasan bahwa hanya negara yang berhak menggunakan kekuatan dalam politik dunia telah menjadi doktrin hukum yang berlaku, tetapi hal itu tidak pernah menjadi cerminan yang tepat dari kenyataan] (2). Peran polisi dunia dibentuk oleh norma internasional dan persepsi kolektif, bukan hanya hukum formal.

Secara ideal, dunia memang membutuhkan mekanisme untuk mencegah genosida, pelanggaran HAM berat, atau ancaman nuklir. Namun, masalah muncul ketika peran polisi dunia dijalankan secara sepihak oleh satu negara tanpa mandat kolektif. Hal ini menimbulkan ketidakadilan dan delegitimasi, karena keputusan intervensi lebih banyak didasarkan pada kepentingan politik negara tersebut.

Prinsip kedaulatan negara (sovereignty) merupakan fondasi hukum internasional. Setiap negara berhak mengatur urusan dalam negerinya tanpa campur tangan pihak luar. Namun, dalam praktiknya, kedaulatan sering dijadikan tameng oleh pemerintah untuk melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya. Ketika hak hidup manusia dicederai, apakah dunia harus diam demi menghormati kedaulatan?

Konsep Responsibility to Protect (R2P) yang diadopsi PBB pada 2005 memberikan jawaban. Dokumen resmi PBB menegaskan bahwa “the responsibility to protect embodies a political commitment to end the worst forms of violence and persecution” [“Tanggung jawab untuk melindungi mewujudkan komitmen politik untuk mengakhiri bentuk-bentuk kekerasan dan penganiayaan terburuk”] (3). R2P menekankan bahwa kedaulatan bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab. Jika sebuah negara gagal melindungi rakyatnya dari genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis, atau kejahatan terhadap kemanusiaan, maka komunitas internasional memiliki kewajiban moral dan legal untuk bertindak.

Dalam konteks menyelamatkan umat manusia, peran polisi dunia menjadi relevan. Tanpa mekanisme global, dunia berisiko menjadi arena di mana pemerintah dapat bertindak sewenang-wenang tanpa konsekuensi.

Oleh karena itu, gagasan tentang polisi penyelamat manusia memiliki nilai moral yang kuat. Namun, agar tidak disalahgunakan, peran tersebut seharusnya dijalankan oleh lembaga internasional yang memiliki legitimasi kolektif, seperti PBB, bukan oleh satu negara secara unilateral.

Banyak negara mendukung konsep polisi dunia. Dengan demikian setiap pemerintahan lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam memperlakukan rakyatnya. Pemerintah tidak bisa lagi merasa bebas menindas atau mencederai hak hidup manusia, karena tindakan tersebut dapat memicu intervensi internasional.

Pemerintahan suatu negara harus menyadari bahwa rakyat bukanlah milik eksklusif sebuah negara, melainkan bagian dari komunitas global. Dengan kesadaran ini, pemerintah akan terdorong untuk lebih menghormati hak asasi manusia dan menjalankan pemerintahan yang adil.

Indonesia, misalnya, harus belajar dari pengalaman negara-negara yang menjadi target intervensi. Praktik hukum yang tidak manusiawi, pelanggaran HAM, atau kebijakan represif dapat menjadi alasan bagi dunia untuk turun tangan. Menjaga demokrasi, menegakkan keadilan, dan melindungi hak rakyat bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga strategi untuk menghindari tekanan internasional.

So, apakah polisi dunia diperlukan? Jawabannya bergantung pada bagaimana konsep tersebut dijalankan. Jika peran polisi dunia dijalankan secara sepihak oleh satu negara, maka yang terjadi adalah dominasi politik dan kepentingan ekonomi. Namun, jika dijalankan secara kolektif oleh lembaga internasional dengan mandat jelas, maka polisi dunia dapat menjadi mekanisme penting untuk melindungi umat manusia dari ancaman besar.

Kedaulatan negara tetap penting, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk menindas rakyat. Hak hidup manusia berada di atas kepentingan administratif sebuah negara. Ketika pemerintah mencederai hak tersebut, intervensi internasional dapat dipahami sebagai bentuk tanggung jawab global. Dengan demikian, konsep polisi dunia bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan moral untuk memastikan bahwa rakyat di seluruh dunia terlindungi, bukan hanya oleh negaranya, tetapi juga oleh komunitas internasional.(*)

(Red)

Penulis adalah Petisioner HAM pada Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa, Oktober 2025, lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dan Applied Ethics dari tiga universitas terkemuka di Eropa.

(1) Referensi: https://www.azquotes.com/author/48899-Kenneth_Waltz

(2) Referensi: https://www.goodreads.com/work/quotes/1767405-the-anarchical-society

(3) Referensi: https://r2pasiapacific.org/files/310/R2P_basic_information_english.pdf

Tags: KetuaPPWIUmumWilson Lalengke
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Menyepak Purbaya Bisa Menjadi “Gol Bunuh Diri” Prabowo

Menyepak Purbaya Bisa Menjadi “Gol Bunuh Diri” Prabowo

by Redaksi
15 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Makin seru saja cerita disepaknya Purbaya dari istana. Luar biasa tanggapan netizen, apalagi pengikut Partai Koptagul,...

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

by Redaksi
14 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Kemarin Budi Arie, sekarang Ahmad Ali. Dua wajah Jokowi bisa tercoreng. Projo dan PSI. Keduanya juga...

Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank

Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank

by Redaksi
12 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Lawan politik Prabowo perlu menyiapkan strategi baru. Senjata terbaru dan teranyar Prabowo lebih dahsyat dari MBG...

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

by Redaksi
6 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Ada mengatakan, di Senayan itulah “sarang” Tikus Got Gorong-Gorong (TG3). Ah, yang benar? Kalau mengikuti fakta...

Disahkan Jauh Lebih Dulu, Benarkah Patriot Bond Solusi Hadapi UU Perampasan Aset?

Disahkan Jauh Lebih Dulu, Benarkah Patriot Bond Solusi Hadapi UU Perampasan Aset?

by Redaksi
31 Agustus 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Setelah mendalami konsekuensi tajam dalam Draf Final RUU Perampasan Aset, muncul isu panas terkait hadirnya "Patriot...

Next Post
Pemprov Banten Tanam 5.000 Pohon di Tangerang, Andra Soni Dorong Mitigasi Bencana

Pemprov Banten Tanam 5.000 Pohon di Tangerang, Andra Soni Dorong Mitigasi Bencana

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Banten, Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Banten, Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

BNN dan TNI AD Perkuat Sinergi Dalam Upaya P4GN

BNN dan TNI AD Perkuat Sinergi Dalam Upaya P4GN

18 September 2026
KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka

KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka

18 September 2026

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Politik
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Hukum Kriminal
  • Entertainment
  • Seni Budaya
  • Pendidikan
  • TNI Polri
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Food

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In