Gennus.id | Jakarta – Wapemred Metro TV, Rivana Pratiwi, saat berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo di Hambalang kemarin, menanyakan secara khusus, apakah momentum dua tahun pemerintahan Oktober ini, akan digunakan untuk melakukan reshuffle secara besar-besaran?
Meski tetap mengakui kinerja menteri-menterinya sangat bagus, dan dia selalu melakukan evaluasi terus-menerus, tapi Presiden Prabowo juga tak menampik bahwa waktu dua tahun adalah waktu yang cukup, untuk tidak saja melakukan reshuffle, tapi juga promosi.
Apalagi, Presiden Prabowo juga mengakui ada menteri-menterinya yang bermasalah. Bahkan diakuinya, KPK memberitahu menteri-menterinya yang bermasalah itu. Sepanjang KPK memilik bukti yang kuat, maka ia tak akan menghalang-halangi. Boleh langsung ditangkap.
Artinya, reshuffle tidak saja dilakukan karena ada menteri-menteri yang bermasalah, menempatkan orang ditempat yang tepat, right man in the right place, tapi juga karena promosi jabatan dari orang di sekitar Presiden. Dan waktu dua tahun, diakui Presiden sendiri sebagai waktu yang cukup.
Presiden Prabowo mengumpamakan kabinetnya seperti tim sepak bola. Ada yang menyerang, ada yang bertahan, bahkan ada yang duduk sebagai cadangan. Sewaktu-waktu pemain cadangan masuk, dan pemain yang sedang bermain, ditarik keluar. Itulah yang telah, sedang, dan akan dilakukan Presiden Prabowo.(Rls/Red)
Sumber artikel: ERIZAL





















