Gennus.id | Jakarta – Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada Israel, menyatakan bahwa mereka akan “menyesal” jika terus melanjutkan serangan militernya ke Lebanon.
Laporan dari media internasional seperti Reuters dan The Guardian menyebutkan bahwa Teheran menilai serangan Israel sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang diupayakan di kawasan. Namun, terdapat perbedaan pandangan antara pihak-pihak terkait mengenai cakupan kesepakatan tersebut.
Di sisi lain, serangan udara Israel dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah Lebanon dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Tak hanya itu, Iran juga memperketat kontrol di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia. Pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas dilaporkan meningkat, bahkan sejumlah pergerakan kapal disebut mengalami pembatasan. Langkah ini dinilai sebagai sinyal strategis Iran dalam merespons dinamika konflik yang berkembang.
Iran juga menegaskan kesiapannya menghadapi “segala skenario”, yang oleh para analis dipahami sebagai indikasi meningkatnya kewaspadaan militer di tengah situasi yang belum stabil.(Rls/Red)





















