• Home 2
  • Indonesia Hari Ini
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Mei 15, 2026
Gennus.id
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    237 Atlet Pelajar SMA/MA se-Kota Bekasi Berebut Tiket Provinsi di O2SN 2026

    237 Atlet Pelajar SMA/MA se-Kota Bekasi Berebut Tiket Provinsi di O2SN 2026

    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    Hukum Rimba di Kantor Polisi, Ditonton Polisi; Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya

    Cikaret – Cibinong Darurat Peredaran Obat Daftar G, Pihak Terkait diminta Segera Tangkap Pengedar

    Polresta Cilacap Ungkap Pembunuhan Berencana WN Singapura, Dua Pelaku Ditangkap

    Dugaan Bawa Buku Nikah dan 3 Sertifikat Saat Gugat Cerai, Suami di Bandungan Kini Balik Gugat Istri Rp 500 Juta

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

    Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Lahan Kosong di Cikeas

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    237 Atlet Pelajar SMA/MA se-Kota Bekasi Berebut Tiket Provinsi di O2SN 2026

    237 Atlet Pelajar SMA/MA se-Kota Bekasi Berebut Tiket Provinsi di O2SN 2026

    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    Hukum Rimba di Kantor Polisi, Ditonton Polisi; Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya

    Cikaret – Cibinong Darurat Peredaran Obat Daftar G, Pihak Terkait diminta Segera Tangkap Pengedar

    Polresta Cilacap Ungkap Pembunuhan Berencana WN Singapura, Dua Pelaku Ditangkap

    Dugaan Bawa Buku Nikah dan 3 Sertifikat Saat Gugat Cerai, Suami di Bandungan Kini Balik Gugat Istri Rp 500 Juta

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

    Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Lahan Kosong di Cikeas

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
Gennus.id
No Result
View All Result
Home Opini

Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, Pemda Dinilai Gagal Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat

"Pemda di Persimpangan Kepentingan — Ketika Konflik Agraria Dibiarkan Menjadi Warisan Krisis".

Redaksi by Redaksi
22 Maret 2026
in Opini
0
Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, Pemda Dinilai Gagal Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat
0
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on twitterShare on PinterestShare on Telegram

Gennus.id | Jakarta – KONFLIK AGRARIA di Indonesia bukan sekadar sengketa lahan, namun suatu cermin retaknya relasi antara negara, rakyat, dan korporasi. Dari wilayah perkebunan hingga konsesi tambang, selalu pola yang sama terus berulang; masyarakat berhadapan dengan perusahaan besar, sementara Pemerintah Daerah (Pemda) hadir tanpa taring, bahkan kerap tanpa keberpihakan yang jelas.

Dalam situasi ideal, pemda seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin keadilan agraria. Namun yang terjadi justru malah sebaliknya.

RELATED POSTS

Badai di Lingkaran Dalam: Mengapa ” Sang Profesor” Turun Gunung Demi Teddy?

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

Dibanyak kasus, pemda lebih terlihat sebagai penonton aktif, hadir dalam forum mediasi, tetapi absen dalam keputusan. Mereka terjebak dalam posisi ambigu, antara melindungi warganya atau menjaga iklim investasi yang menjadi tulang punggung pendapatan daerah.

Akar persoalan ini tidak sederhana, tetapi juga tidak bisa terus disederhanakan dengan alasan klasik “keterbatasan kewenangan.”

Carut-marut tata kelola perizinan, menjadi bukti nyata kegagalan sistemik. Izin perkebunan dan pertambangan, kerap terbit di atas lahan yang telah lama dikelola masyarakat, bahkan tanpa verifikasi lapangan yang memadai.

Tumpang tindih ini bukan kecelakaan administratif, itu adalah konsekuensi dari sistem yang longgar, tidak transparan, dan minim akuntabilitas.

Pemda sering berlindung dibalik narasi, bahwa; kewenangan pencabutan izin berada ditangan pemerintah pusat. Namun dalih ini justru membuka fakta yang lebih mengkhawatirkan, daerah menanggung beban konflik, tetapi tidak dibekali kuasa untuk menyelesaikan. Ketimpangan kewenangan ini, menciptakan ruang abu-abu yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkepentingan.

Lebih jauh, ketergantungan terhadap investasi, telah menempatkan pemda dalam posisi yang tidak netral. Perusahaan besar dipandang sebagai penyelamat ekonomi daerah, penyedia lapangan kerja, penyumbang pajak, dan simbol pembangunan.

Dalam logika ini, keberpihakan kepada masyarakat menjadi mahal, bahkan dianggap berisiko secara politik dan ekonomi. Akibatnya, keadilan dikompromikan, dan konflik dibiarkan berlarut-larut.

Tidak berhenti disitu, dugaan konflik kepentingan dalam proses perizinan semakin memperkeruh keadaan. Ketika oknum pejabat daerah terlibat dalam praktik non-transparan, maka harapan terhadap pemda sebagai mediator yang adil runtuh seketika. Negara tidak lagi berdiri di tengah, ia condong ke arah yang memiliki modal dan akses.

Disisi lain, masyarakat, terutama komunitas adat, masih berada dalam posisi paling rentan. Minimnya pengakuan hukum atas wilayah adat, membuat mereka kalah sebelum bertarung. Diatas kertas, perusahaan memiliki izin; di lapangan, masyarakat memiliki sejarah. Namun dalam sistem hukum yang kaku, dokumen lebih berkuasa daripada ingatan kolektif.

Pendekatan pemda yang cenderung reaktif dan jangka pendek, semakin memperburuk situasi. Dialog digelar, tetapi tanpa arah. Mediasi dilakukan, tetapi tanpa eksekusi. Konflik diredam sesaat, hanya untuk muncul kembali dengan intensitas yang lebih besar. Ini bukan penyelesaian, ini penundaan krisis.

Pertanyaannya kini sederhana, namun mendasar; dimana negara berdiri? Jika pemda sebagai representasi negara didaerah, tidak mampu atau tidak mau, menjadi penjamin keadilan, maka konflik agraria akan terus menjadi bom waktu sosial.

Ini tidak hanya mengancam stabilitas daerah, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Sudah saatnya pemerintah berhenti, mengelola konflik sebagai rutinitas administratif. Diperlukan reformasi menyeluruh, sinkronisasi data lahan berbasis satu peta yang akurat, penegasan dan distribusi kewenangan yang adil antara pusat dan daerah, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu. Transparansi perizinan, harus menjadi standar, bukan pengecualian.

Lebih dari itu, pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat, terutama masyarakat adat, harus ditempatkan sebagai prioritas, bukan sekadar wacana.

Tanpa langkah tegas dan keberanian politik, pemda akan terus berada dipersimpangan kepentingan, dan konflik agraria akan tetap menjadi luka terbuka yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Jika negara terus absen dalam keadilan, maka rakyat akan mencari jalannya sendiri. Dan ketika itu terjadi, konflik tidak lagi sekadar sengketa lahan, ia berubah menjadi krisis kepercayaan yang jauh lebih berbahaya.(Rls/Red)

Oleh: Tamrin
(Pimpinan Media Hunter.News)

 

Tags: AgrariaIndonesiaKonflik
ShareSendTweetPinShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Badai di Lingkaran Dalam: Mengapa ” Sang Profesor” Turun Gunung Demi Teddy?

Badai di Lingkaran Dalam: Mengapa ” Sang Profesor” Turun Gunung Demi Teddy?

by Redaksi
7 Mei 2026
0

Gennus.id | Jakarta - ​Dunia politik Tanah Air kembali memanas, namun kali ini suhunya melampaui batas normal birokrasi. Pusat badainya...

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

by Redaksi
17 April 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Dua dekade sudah Republik ini bergantung pada lembaga "darurat" bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, realitas...

LAPORAN KHUSUS: Lingkaran Setan di Piring Anak Sekolah “Kotak Pandora” Badan Gizi Nasional (BGN) Kembali Terjungkal

LAPORAN KHUSUS: Lingkaran Setan di Piring Anak Sekolah “Kotak Pandora” Badan Gizi Nasional (BGN) Kembali Terjungkal

by Redaksi
15 April 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Jika sebelumnya publik dikejutkan oleh skandal gaya hidup mewah berupa motor listrik dan laptop premium, kini...

Mengintip Anggaran MBG 2025: Ketika Dana Triliunan Dipertanyakan, Gizi Anak Jadi Taruhan

Mengintip Anggaran MBG 2025: Ketika Dana Triliunan Dipertanyakan, Gizi Anak Jadi Taruhan

by Redaksi
9 April 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kualitas gizi anak-anak di Indonesia kini...

Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

Laporan Khusus: Rekor Kelam Sejarah Korupsi Republik Indonesia 2025-2026

by Redaksi
26 Maret 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Indonesia resmi memasuki periode paling kritis dalam sejarah pemberantasan korupsi pasca-reformasi. Berdasarkan laporan Corruption Perception Index...

Next Post
Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, Pemda Dinilai Gagal Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat

Tarian Iblis di Balik Jeruji: Ketika Negara Menjebak Nurani Rakyatnya Sendiri

Jaringan Sabu Lintas Kota Dibongkar! 7 Kg Lebih Diamankan, Kapolrestabes Semarang: Pelaku Manfaatkan Momen Mudik

Jaringan Sabu Lintas Kota Dibongkar! 7 Kg Lebih Diamankan, Kapolrestabes Semarang: Pelaku Manfaatkan Momen Mudik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Kunjungan Lapangan Adm KPH Kuningan di Margamukti Jadi Bukti Penguatan Pengelolaan Hutan yang Transparan dan Profesional

Kunjungan Lapangan Adm KPH Kuningan di Margamukti Jadi Bukti Penguatan Pengelolaan Hutan yang Transparan dan Profesional

15 Mei 2026
Kedudukan UU Pers Semakin Tak Berfungsi, Aktivis Pers: Perlu Adanya Kajian Ulang

Kedudukan UU Pers Semakin Tak Berfungsi, Aktivis Pers: Perlu Adanya Kajian Ulang

15 Mei 2026

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Politik
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Hukum Kriminal
  • Entertainment
  • Seni Budaya
  • Pendidikan
  • TNI Polri
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Food

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In