ADVERTISEMENT
  • Home 2
  • Indonesia Hari Ini
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, September 23, 2026
Gennus.id
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    Sebanyak 98 Kepala Sekolah Resmi Dilantik Thomas Amirico, Kadisdik Provinsi Lampung

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    TPA Geluga Cibungbulang Kabupaten Bogor Kebakaran

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin Belum Tertangkap?

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Video Amatir Penggerebekan: Oknum Perangkat Desa D R K S Diduga Berselingkuh di Kosan Kedawung, Cirebon

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    Detik-detik Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    “Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Tak Mau Melepas Hijab, Asma Wafa Andina Pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahan RI

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Geger! Warga Curug Dengdeng Temukan Bayi Perempuan di Depan Teras Rumahnya

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Perum Leticia Buni Bhakti Kabupaten Bekasi Meriahkan HUT RI Ke-81 Tahun dengan Lomba Futsal, Piala Ketua RT

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
Gennus.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Opini

Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, Pemda Dinilai Gagal Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat

"Pemda di Persimpangan Kepentingan — Ketika Konflik Agraria Dibiarkan Menjadi Warisan Krisis".

Redaksi by Redaksi
22 Maret 2026
in Opini
0
Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, Pemda Dinilai Gagal Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat
36
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Gennus.id | Jakarta – KONFLIK AGRARIA di Indonesia bukan sekadar sengketa lahan, namun suatu cermin retaknya relasi antara negara, rakyat, dan korporasi. Dari wilayah perkebunan hingga konsesi tambang, selalu pola yang sama terus berulang; masyarakat berhadapan dengan perusahaan besar, sementara Pemerintah Daerah (Pemda) hadir tanpa taring, bahkan kerap tanpa keberpihakan yang jelas.

Dalam situasi ideal, pemda seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin keadilan agraria. Namun yang terjadi justru malah sebaliknya.

RELATED POSTS

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

Percuma Berharap Ditangkap! ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum

Dibanyak kasus, pemda lebih terlihat sebagai penonton aktif, hadir dalam forum mediasi, tetapi absen dalam keputusan. Mereka terjebak dalam posisi ambigu, antara melindungi warganya atau menjaga iklim investasi yang menjadi tulang punggung pendapatan daerah.

Akar persoalan ini tidak sederhana, tetapi juga tidak bisa terus disederhanakan dengan alasan klasik “keterbatasan kewenangan.”

Carut-marut tata kelola perizinan, menjadi bukti nyata kegagalan sistemik. Izin perkebunan dan pertambangan, kerap terbit di atas lahan yang telah lama dikelola masyarakat, bahkan tanpa verifikasi lapangan yang memadai.

Tumpang tindih ini bukan kecelakaan administratif, itu adalah konsekuensi dari sistem yang longgar, tidak transparan, dan minim akuntabilitas.

Pemda sering berlindung dibalik narasi, bahwa; kewenangan pencabutan izin berada ditangan pemerintah pusat. Namun dalih ini justru membuka fakta yang lebih mengkhawatirkan, daerah menanggung beban konflik, tetapi tidak dibekali kuasa untuk menyelesaikan. Ketimpangan kewenangan ini, menciptakan ruang abu-abu yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkepentingan.

Lebih jauh, ketergantungan terhadap investasi, telah menempatkan pemda dalam posisi yang tidak netral. Perusahaan besar dipandang sebagai penyelamat ekonomi daerah, penyedia lapangan kerja, penyumbang pajak, dan simbol pembangunan.

Dalam logika ini, keberpihakan kepada masyarakat menjadi mahal, bahkan dianggap berisiko secara politik dan ekonomi. Akibatnya, keadilan dikompromikan, dan konflik dibiarkan berlarut-larut.

Tidak berhenti disitu, dugaan konflik kepentingan dalam proses perizinan semakin memperkeruh keadaan. Ketika oknum pejabat daerah terlibat dalam praktik non-transparan, maka harapan terhadap pemda sebagai mediator yang adil runtuh seketika. Negara tidak lagi berdiri di tengah, ia condong ke arah yang memiliki modal dan akses.

Disisi lain, masyarakat, terutama komunitas adat, masih berada dalam posisi paling rentan. Minimnya pengakuan hukum atas wilayah adat, membuat mereka kalah sebelum bertarung. Diatas kertas, perusahaan memiliki izin; di lapangan, masyarakat memiliki sejarah. Namun dalam sistem hukum yang kaku, dokumen lebih berkuasa daripada ingatan kolektif.

Pendekatan pemda yang cenderung reaktif dan jangka pendek, semakin memperburuk situasi. Dialog digelar, tetapi tanpa arah. Mediasi dilakukan, tetapi tanpa eksekusi. Konflik diredam sesaat, hanya untuk muncul kembali dengan intensitas yang lebih besar. Ini bukan penyelesaian, ini penundaan krisis.

Pertanyaannya kini sederhana, namun mendasar; dimana negara berdiri? Jika pemda sebagai representasi negara didaerah, tidak mampu atau tidak mau, menjadi penjamin keadilan, maka konflik agraria akan terus menjadi bom waktu sosial.

Ini tidak hanya mengancam stabilitas daerah, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Sudah saatnya pemerintah berhenti, mengelola konflik sebagai rutinitas administratif. Diperlukan reformasi menyeluruh, sinkronisasi data lahan berbasis satu peta yang akurat, penegasan dan distribusi kewenangan yang adil antara pusat dan daerah, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu. Transparansi perizinan, harus menjadi standar, bukan pengecualian.

Lebih dari itu, pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat, terutama masyarakat adat, harus ditempatkan sebagai prioritas, bukan sekadar wacana.

Tanpa langkah tegas dan keberanian politik, pemda akan terus berada dipersimpangan kepentingan, dan konflik agraria akan tetap menjadi luka terbuka yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Jika negara terus absen dalam keadilan, maka rakyat akan mencari jalannya sendiri. Dan ketika itu terjadi, konflik tidak lagi sekadar sengketa lahan, ia berubah menjadi krisis kepercayaan yang jauh lebih berbahaya.(Rls/Red)

Oleh: Tamrin
(Pimpinan Media Hunter.News)

 

Tags: AgrariaIndonesiaKonflik
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

by Redaksi
21 September 2026
0

Gennus.id | Lampung Tengah - Sekda itu pakar birokrasi. Saking pakarnya sampai goblok. Jangan marah dan kaget saya menggunakan diksi...

Percuma Berharap Ditangkap! ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum

Percuma Berharap Ditangkap! ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum

by Redaksi
19 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Kita lanjutkan kisah gerombolan koruptor anak buah Nusron Wahid di Kementerian ATR/BPN. Setelah artikel pertama dan...

Menyepak Purbaya Bisa Menjadi “Gol Bunuh Diri” Prabowo

Menyepak Purbaya Bisa Menjadi “Gol Bunuh Diri” Prabowo

by Redaksi
15 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Makin seru saja cerita disepaknya Purbaya dari istana. Luar biasa tanggapan netizen, apalagi pengikut Partai Koptagul,...

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

by Redaksi
14 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Kemarin Budi Arie, sekarang Ahmad Ali. Dua wajah Jokowi bisa tercoreng. Projo dan PSI. Keduanya juga...

Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank

Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank

by Redaksi
12 September 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Lawan politik Prabowo perlu menyiapkan strategi baru. Senjata terbaru dan teranyar Prabowo lebih dahsyat dari MBG...

Next Post
Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, Pemda Dinilai Gagal Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat

Tarian Iblis di Balik Jeruji: Ketika Negara Menjebak Nurani Rakyatnya Sendiri

Jaringan Sabu Lintas Kota Dibongkar! 7 Kg Lebih Diamankan, Kapolrestabes Semarang: Pelaku Manfaatkan Momen Mudik

Jaringan Sabu Lintas Kota Dibongkar! 7 Kg Lebih Diamankan, Kapolrestabes Semarang: Pelaku Manfaatkan Momen Mudik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

22 September 2026
Rawan Konflik Kepentingan, Anggota DPRD Banten Tuntut Direktur Definitif

Rawan Konflik Kepentingan, Anggota DPRD Banten Tuntut Direktur Definitif

22 September 2026

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Politik
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Hukum Kriminal
  • Entertainment
  • Seni Budaya
  • Pendidikan
  • TNI Polri
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Food

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In