• Home 2
  • Indonesia Hari Ini
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Mei 9, 2026
Gennus.id
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    Hukum Rimba di Kantor Polisi, Ditonton Polisi; Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya

    Cikaret – Cibinong Darurat Peredaran Obat Daftar G, Pihak Terkait diminta Segera Tangkap Pengedar

    Polresta Cilacap Ungkap Pembunuhan Berencana WN Singapura, Dua Pelaku Ditangkap

    Dugaan Bawa Buku Nikah dan 3 Sertifikat Saat Gugat Cerai, Suami di Bandungan Kini Balik Gugat Istri Rp 500 Juta

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

    Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Lahan Kosong di Cikeas

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    A-JUM Sebut Jakarta Utara Biang Macet Akibat Truk Kontainer, Pramono dan Pelindo Duduk Manis

    A-JUM Sebut Jakarta Utara Biang Macet Akibat Truk Kontainer, Pramono dan Pelindo Duduk Manis

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Entertainment
    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Viral Riders Alphard Fajar Sadboy, Amanda Manopo Tegaskan: Bohong Semua

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

    Usai “Mens Rea” Pandji, Coki–Tretan Hadirkan Humor Ringan Libatkan Gibran

  • TNI Polri
    • All
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    Niluh Zat Maliqa Ashakira Raih Prestasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kecamatan

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    SDN Papandayan Tembus Film Pramuka, Prestasi Kian Bersinar

    Hukum Rimba di Kantor Polisi, Ditonton Polisi; Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya

    Cikaret – Cibinong Darurat Peredaran Obat Daftar G, Pihak Terkait diminta Segera Tangkap Pengedar

    Polresta Cilacap Ungkap Pembunuhan Berencana WN Singapura, Dua Pelaku Ditangkap

    Dugaan Bawa Buku Nikah dan 3 Sertifikat Saat Gugat Cerai, Suami di Bandungan Kini Balik Gugat Istri Rp 500 Juta

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Berakhirnya Karier Mohamed Salah, Pemain asal Mesir Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Pendukungnya

    Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

    Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Lahan Kosong di Cikeas

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Usai Libur PERSIB Kembali Berlatih Persiapan Pertandingan Lanjutan Super League 2025/2026

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    Premanisme di Spa Edelweis 29 Cab 2: Jurnalis Dipecundangi, Oknum Satpol PP Diduga Turut Memperkeruh Suasana

    A-JUM Sebut Jakarta Utara Biang Macet Akibat Truk Kontainer, Pramono dan Pelindo Duduk Manis

    A-JUM Sebut Jakarta Utara Biang Macet Akibat Truk Kontainer, Pramono dan Pelindo Duduk Manis

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
No Result
View All Result
Gennus.id
No Result
View All Result
Home Opini

Membaca Kesamaan Strategi Perang Iran & Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman!

Redaksi by Redaksi
23 Maret 2026
in Opini
0
Membaca Kesamaan Strategi Perang Iran & Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman!
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on twitterShare on PinterestShare on Telegram

Gennus.id | Jakarta – Pakar militer dari King’s College London, Andreas Krieg, baru-baru ini menyoroti bagaimana Iran mampu mengimbangi kekuatan raksasa dunia. Kuncinya bukan pada jumlah pesawat tempur, melainkan Ketahanan Nasional Total.

Apa yang dilakukan Iran sama dengan yang dilakukan Indonesia saat ini. Dengan segala keterbatasan, Indonesia punya aset yang jauh lebih besar dari sekadar anggaran militer: Geografi dan Rakyat.

RELATED POSTS

Badai di Lingkaran Dalam: Mengapa ” Sang Profesor” Turun Gunung Demi Teddy?

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

Meskipun secara anggaran militer terpaut jauh dari Amerika Serikat, Iran membuktikan bahwa kecerdikan strategi bisa melumpuhkan kekuatan finansial dan teknologi lawan.

Jika kita bedah lebih dalam, ada beberapa titik temu strategis antara Iran dan Indonesia yang membuat keduanya menjadi target yang sangat sulit ditaklukkan (“hard target”):

1. Strategi Kelautan: Kapal Cepat vs Kapal Induk. Iran menggunakan doktrin “Swarming Tactics” (Taktik Keroyokan). Mereka tahu tidak mungkin menandingi kapal induk AS dengan kapal yang sepadan. Maka, mereka mengerahkan ratusan kapal cepat rudal (Fast Attack Craft) yang murah dan lincah.

Kesamaan dengan Indonesia: Indonesia memiliki ribuan selat sempit. Konsep Kapal Cepat Rudal (KCR) produksi PT PAL sangat cocok dengan medan kita. Menghadapi satu kapal besar di selat sempit dengan puluhan KCR yang menyerang dari berbagai arah jauh lebih efektif daripada mengandalkan satu fregat besar.

2. Pertahanan Berlapis (Layered Defense)
Iran membangun kekuatan rudal dari jarak pendek hingga antarbenua (seperti yang baru saja mereka tunjukkan dengan jangkauan 4.000 km ke Diego Garcia).

Strategi Indonesia: Indonesia kini mulai membangun pertahanan berlapis. Mulai dari pembelian jet tempur Rafale untuk air superiority, hingga sistem pertahanan udara jarak menengah dan jauh. Bedanya, Indonesia lebih menekankan pada “interkoneksi” antar matra (Darat, Laut, Udara) agar musuh tidak bisa masuk ke ruang kedaulatan kita dengan mudah.

3. Ketahanan Domestik terhadap Embargo
Iran telah “kenyang” dengan sanksi ekonomi selama puluhan tahun, yang justru memaksa industri dalam negeri mereka (terutama dirgantara dan rudal) mandiri.

Kemandirian Indonesia: Indonesia pernah mengalami embargo militer AS pada era 90-an hingga awal 2000-an. Hal ini menjadi titik balik bagi PT Pindad, PT PAL, dan PT DI untuk mulai memproduksi amunisi, panser Anoa, hingga kapal perang secara mandiri. Strategi “Hilirisasi” yang sekarang digalakkan juga merupakan bentuk pertahanan ekonomi agar bahan mentah kita tidak mudah dimainkan oleh pasar global saat konflik.

4. Benteng Alami dan Geopolitik. Iran memiliki pegunungan Zagros yang menjadi benteng alami dari serangan darat. Indonesia memiliki “benteng laut” berupa ribuan pulau.

Analisis: Jika musuh ingin menginvasi daratan Indonesia, mereka harus melewati ribuan pulau kecil yang masing- masing bisa berfungsi sebagai pangkalan gerilya atau titik peluncuran rudal pantai. Ini akan sangat melelahkan dan menguras biaya logistik musuh.

5. Kohesi Sosial dan Psikologi Massa. Seperti yang Anda sebutkan, Iran sangat keras terhadap infiltrasi ideologi asing. Masyarakatnya memiliki kebanggaan nasional yang sangat tinggi.

Nilai Indonesia: Indonesia memiliki doktrin Sishankamrata (Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta). Di mana saat perang terjadi, seluruh rakyat—bukan hanya TNI—menjadi bagian dari pertahanan. Kekuatan sosial melalui kearifan lokal dan gotong royong adalah aset yang tidak dimiliki oleh negara-negara Barat yang individualis.

6. Mengganggu pelayaran Internasional. Jika Iran menggunakan selat Hormuz untuk mencekik minyak dunia dan menekan sekutu AS. Indonesia lebih mematikan lagi, memegang kunci pintu dagang dunia. Indonesia memiliki empat chokepoint maritim global yang paling vital, yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar, yang semuanya diatur dalam ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia).

Menggunakan konsep Sishankamrata (Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta), Indonesia bisa mengerahkan nelayan dan pos-pos pengamatan di pulau-pulau kecil sepanjang ALKI. Mereka berfungsi sebagai mata dan telinga, yang jika diperlukan, bisa “mengganggu” logistik kapal dagang musuh tanpa perlu menggunakan rudal mahal. Cukup dengan menunda perjalanan satu kapal kontainer raksasa selama beberapa hari, kerugian ekonomi yang ditimbulkan bisa mencapai jutaan dolar.

Kesimpulannya. Apa yang dipraktikkan Iran adalah bukti bahwa “Kedaulatan tidak bisa dibeli, tapi harus dibangun secara mandiri.” Indonesia saat ini berada di jalur yang sama:

Kemandirian Pangan & Energi: Agar tidak bisa “dicekik” lewat sanksi ekonomi.

Kemandirian Industri Pertahanan: Agar tidak bergantung pada suku cadang asing saat perang.

Persatuan Nasional: Agar musuh tidak bisa melakukan devide et impera (adu domba).

Kunci kemenangan Iran bukan pada mengalahkan AS di medan terbuka, tapi pada kemampuan membuat musuh kehabisan uang, waktu, dan dukungan politik di negerinya sendiri karena perang yang tak kunjung usai. Begitupun dengan Indonesia yang dapat menggunakan strategi serupa untuk memenangkan perang.[]

Visi,Prabowo,PertahananNasional,SwasembadaPangan, HilirisasiStrategis,Indonesia.(Rls/Red)

Oleh: Hagia Sofia

Tags: IndonesiaPerangStrategi
ShareSendTweetPinShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Badai di Lingkaran Dalam: Mengapa ” Sang Profesor” Turun Gunung Demi Teddy?

Badai di Lingkaran Dalam: Mengapa ” Sang Profesor” Turun Gunung Demi Teddy?

by Redaksi
7 Mei 2026
0

Gennus.id | Jakarta - ​Dunia politik Tanah Air kembali memanas, namun kali ini suhunya melampaui batas normal birokrasi. Pusat badainya...

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

by Redaksi
17 April 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Dua dekade sudah Republik ini bergantung pada lembaga "darurat" bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, realitas...

LAPORAN KHUSUS: Lingkaran Setan di Piring Anak Sekolah “Kotak Pandora” Badan Gizi Nasional (BGN) Kembali Terjungkal

LAPORAN KHUSUS: Lingkaran Setan di Piring Anak Sekolah “Kotak Pandora” Badan Gizi Nasional (BGN) Kembali Terjungkal

by Redaksi
15 April 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Jika sebelumnya publik dikejutkan oleh skandal gaya hidup mewah berupa motor listrik dan laptop premium, kini...

Mengintip Anggaran MBG 2025: Ketika Dana Triliunan Dipertanyakan, Gizi Anak Jadi Taruhan

Mengintip Anggaran MBG 2025: Ketika Dana Triliunan Dipertanyakan, Gizi Anak Jadi Taruhan

by Redaksi
9 April 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kualitas gizi anak-anak di Indonesia kini...

Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

Laporan Khusus: Rekor Kelam Sejarah Korupsi Republik Indonesia 2025-2026

by Redaksi
26 Maret 2026
0

Gennus.id | Jakarta - Indonesia resmi memasuki periode paling kritis dalam sejarah pemberantasan korupsi pasca-reformasi. Berdasarkan laporan Corruption Perception Index...

Next Post
Mafia BBM Pertalite Kab. Garut Semakin Merajalela, Diduga Kuat Ada Kerjasama dengan Operator SPBU

Mafia BBM Pertalite Kab. Garut Semakin Merajalela, Diduga Kuat Ada Kerjasama dengan Operator SPBU

Presiden Prabowo Melontarkan Bahasa Lebih Baik Uang Untuk Makan Rakyat daripada di Korupsi!

Presiden Prabowo Melontarkan Bahasa Lebih Baik Uang Untuk Makan Rakyat daripada di Korupsi!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

DPR RI Fraksi Nasdem Gandeng Warga Pandeglang Gotong Royong Bangun Jembatan

DPR RI Fraksi Nasdem Gandeng Warga Pandeglang Gotong Royong Bangun Jembatan

9 Mei 2026
Dr. Handi Risza: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Rakyat Belum Merasakan

Dr. Handi Risza: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Rakyat Belum Merasakan

9 Mei 2026

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Politik
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Mancanegara
  • Hukum Kriminal
  • Entertainment
  • Seni Budaya
  • Pendidikan
  • TNI Polri
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Food

© 2026 Gennus - Website by D-IT Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In