GENNUS.ID | TANGSEL – Sejumlah Wartawan yang ikut mendukung kegiatan HUT Ke 13 Koran TR/ Tangerang Raya menyayangkan ke tidak hadiran Wali Kota Tangerang Selatan dalam Momentum mewarnai Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI)
Sebut saja Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam rangkaian kegiatan yang inisiasi oleh Insan PERS di gedung Blandongan Lt 4 Pusat Pemerintahan Tangsel memunculkan sorotan. dan memicu pertanyaan dari kalangan Jurnalis yang hadir terkait komitmen kemitraan antara pemerintah daerah (Pemda) dan Media.
Terdengar pembicaraan suara nada kecil dari insan Pers yang hadir di acara tersebut, terus seakan bertanya, mengapa Wali Kota dan Wakil Wali Kota tidak menghadiri kegiatan ini!
Sehingga narasi kecewa terbisik terdengar, “Apakah Sengaja tidak bersedia hadir padahal kegiatan di gelar di Gedung Puspem Tangsel penomena percakapan insan Pers di gedung Puspem ini pun di kembalikan ke Bang Ben yang mungkin memiliki alasan tersendiri.
Dalam kegiatan tampak kehadiran Bernadus Wilson Lumi, Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) berpartisipasi melakukan pelatihan Jurnalistik dan Literasi Media yang di hadiri sebanyak 150,- (Guru SD ) dan 24 guru SMP di Tangerang Selatan.
“Menulis itu bisa dilakukan siapa saja. Tidak harus melalui pendidikan menjadi penulis. Termasuk wartawan, itu bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau belajar dan berlatih,” ujar Bernadus Wilson Lumi, di hadapan peserta pada Kamis (12/2/2026)
Dia menjelaskan, Keterampilan jurnalistik dapat meningkatkan literasi media siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar materi akademik, pendidik karakter dalam penyampai informasi publik yang benar dan bertanggung jawab.
“Seorang guru tidak serta-merta mengajar di depan kelas. Guru juga menyampaikan nilai, etika, dan cara bersikap kepada masyarakat. Itu bagian dari pendidikan literasi,” katanya.
Bernadus mengaku memiliki latar belakang dunia pendidikan sebelum terjun ke dalam jurnalistik, menyebut profesi wartawan dan guru memiliki irisan yang kuat hal edukasi.
“Saya merasa tidak salah menjadi wartawan. Karena ketika menjadi wartawan, saya kembali seperti menjadi guru. Kita menyampaikan materi, membimbing, dan memberi pemahaman kepada publik,” ungkapnya.
Bernadus mengangkat pertanyaan mendasar: mengapa guru dan ASN perlu memahami jurnalistik?
“Setidaknya ada tiga alasan utama, yakni penyampai informasi publik, peningkatan literasi media di lingkungan kerja, pendidikan, serta penguatan komunikasi kebijakan yang akurat dan beretika, “paparnya.
Sementara Owner koran Harian Tangerang Raya, Helmi Halim, mengakui Koran yang di Pimpinnya telah mampu bertahan selama 14 tahun eksis pada informasi media cetak.
“Setelah puluhan tahun yang telah di lewati Koran TR, pada HUT Ke 13 ini melibatkan guru – guru SD dan SMP dalam Pelatihan ini PERS yang berlangsung interaktif dengan diskusi seputar teknik dasar penulisan berita, struktur 5W+1H, verifikasi informasi, serta etika jurnalistik di era digital,”tukas Helmi.
ia menambahkan, Seluruh peserta juga diajak memahami tantangan informasi hoaks dan pentingnya penyaringan informasi sebelum disebarluaskan.
Dengan digelarnya Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Media 2026 ini, pemerintah daerah bersama komunitas pers berharap guru dan ASN mampu menjadi agen informasi yang kredibel, edukatif, dan bertanggung jawab di tengah dinamika komunikasi publik yang semakin cepat dan kompleks,” singkatnya.
Berdasarkan daftar undangan acara tersebut terdapat sejumlah nama Pimpinan Kepala Daerah antara lain Wakil Gubernur Provinsi Banten dan Wali kota Tangerang Selatan serta beberapa ASN di Pemda Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. (Egi)





















