Gennus.id | Jakarta – Isu pertahanan dan kerjasama dagang dan militer jangka panjang. Impor minyak, dukungan Diplomatik, kerangka kerjasama militer dan pertahanan, serta dukungan ke Iran ditengah konflik yang masih berlangsung.
Menlu Iran ke China bukan sekedar kunjungan tapi ini adalah konsolidasi diplomasi blok anti AS. Setelah sebelumnya Menlu Iran ke Moskow ketemu Putin.
Trump kemarin kabarnya juga telah mengirim proposal terbaru untuk mengakhiri perang dengan Iran. Via Pakistan. AS menawarkan perundingan lanjutan, bisa di Pakistan bisa juga di Swiss. AS meminta Iran menanggapi proposal ini 48 jam, dan Iran belum merespon sampai saat ini.
Trump ingin segera keluar dari perang ini karena eskalasi di lapangan sama sekali tidak menguntungkan. Harga energi global yang akan terus naik, pemilu AS yang dekat yang diprediksi akan merugikan partai Republik. Dan yang paling krusial, kekalahan di lapangan yang tidak bisa disepelekan.
Iran juga telah mengirim pesan yang tegas ke AS, jika AS ingin memulai lagi perang maka Iran akan menyerang lebih keras, baik di darat maupun mencekik Hormuz dan Bab Al Mandeb. Pesan ini bukan hanya untuk AS, tapi Iran juga mengirim pesan yang sama ke seluruh negara arab sekutu AS.
Strategi perang asimetris yang dijalankan Iran saat ini menimbulkan kekacauan global yang menekan langsung kepentingan AS. Serta Deadlocknya jalan keluar.
Iran memenangkan diplomasi dan Medan perang secara strategis, Iran memang tidak secara langsung menyerang daratan AS, tapi serangan Iran memukul nadi AS di timur tengah dan kepentingan GeoPolitik AS yang collapse.
Iran sebelum perang dengan Iran setelah perang akan jauh berbeda, begitu juga dengan kondisi GeoPolitik di kawasan asia Barat, akan jauh berbeda setelah perang ini.
Laporan intelijen Barat terbaru menyebut, program nuklir Iran masih terus berlanjut, dan serangan AS juga Israel ke fasilitas nuklir Iran menunjukkan tidak berdampak signifikan, dan nuklir Iran sampai saat ini overall masih aman dan tak tersentuh. Walaupun pernah diserang oleh Pembom strategis AS B2 Spirit tahun lalu.
Kartu kartu Iran masih banyak yang bisa dimainkan di lapangan, tapi kartu AS semakin menipis, peluang menang AS semakin jauh, capaian yang minimal, dan tujuan jangka panjang mereka di wilayah itu yang semakin suram.(Rls/Red)
Tengku Zulkifli Usman





















