Gennus.id | Kabupaten Ogan Ilir – Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM Sumsel) menyoroti lonjakan harta kekayaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir, Sayadi, berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru.
Koordinator SPM Sumsel, Yovi Meitaha, menyebut total kekayaan Sayadi pada laporan tahun 2025 tercatat mencapai Rp3,9 miliar. Angka tersebut naik sekitar Rp500 juta dibanding laporan tahun 2023 yang berada di kisaran Rp3,4 miliar.
Menurut Yovi, peningkatan kekayaan tersebut patut menjadi perhatian publik, terlebih di tengah berbagai sorotan masyarakat terhadap kebijakan di lingkungan Dinas Pendidikan Ogan Ilir, termasuk persoalan pengadaan seragam sekolah.
“Kami tidak menuduh siapa pun, tetapi publik berhak mengetahui sumber penambahan kekayaan tersebut. Harus ada transparansi dan penjelasan terbuka,” tegas Yovi, Kamis (07/05/2026).
Dalam rincian LHKPN, aset yang dilaporkan meliputi tanah dan bangunan di wilayah Ogan Ilir dan Palembang dengan nilai hampir Rp3 miliar. Selain itu, juga tercatat kendaraan berupa Honda HRV tahun 2022 dan Mitsubishi Pajero tahun 2017.
SPM Sumsel pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi, Polda Sumatera Selatan, dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk melakukan pemeriksaan serta verifikasi menyeluruh terhadap asal-usul aset yang dimiliki.
“Jangan hanya administratif. Perlu ditelusuri secara totalitas agar terang sumber dan legalitas hartanya,” ujar Yovi.
SPM Sumsel juga meminta seluruh proses dilakukan secara transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap integritas pejabat publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Sayadi belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut.(Tim/Red)




















